Sejarah

Profile Perumda Tirta Sago Kota Payakumbuh

A. Gambaran Umum Kota Payakumbuh.

     Secara geografis Kota Payakumbuh terletak pada posisi 00º10’ sampai 00º17’ LS dan 100º35’ sampai dengan 100º45’ BT. Luas wilayah Kota Payakumbuh yaitu 80,43 Km² atau setara dengan 0,19 persen dari luas Propinsi Sumatera Barat.
Suhu udara Kota Payakumbuh berkisar antara 21 – 32º Celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 45 persen sampai dengan 50 persen. Keadaan topografi Kota Payakumbuh sebagian besar adalah dataran, dengan sedikit perbukitan. Ketinggian Kota Payakumbuh 514 meter di atas permukaan laut.

Letak Kota Payakumbuh sangat strategis bila dilihat dari segi lalu lintas angkutan darat Sumbar – Riau. Kota Payakumbuh merupakan pintu gerbang masuk dari arah Pekanbaru menuju kota-kota penting di Propinsi Sumatera Barat. Jarak Kota Payakumbuh ke Kota Pekanbaru 188 Km dan dapat ditempuh selama 4,5 jam perjalanan dengan angkutan pribadi, sedangkan jarak ke Kota Padang sejauh 124 Km, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi selama ± 2,5 jam perjalanan.
Sumber : Payakumbuh Dalam Angka 2013

Wilayah administratif Kota Payakumbuh terbagi menjadi 5 (lima) wilyah kecamatan, yaitu:
1. Kecamatan Payakumbuh Utara
2. Kecamatan Payakumbuh Barat
3. Kecamatan Payakumbuh Timur
4. Kecamatan Payakumbuh Selatan
5. Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina)

B. Sejarah Singkat PDAM Kota Payakumbuh
Dalam rangka usaha pencegahan penyakit yang ditularkan melalui air dan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan serta kesejahteraan penduduk Kota Payakumbuh dan sekitarnya, maka pemerintah melaksanakan pembangunan sarana penyediaan air bersih yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan. Selain itu dengan adanya sarana penyediaan air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitas masyarakat.
Untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih Kota Payakumbuh dibiayai dari dana APBN dan bantuan luar negeri antara lain :
1. Tahun Anggaran :  1975/1976 sebesar Rp. 80.300.000,-
1976/1977 sebesar Rp. 140.000.000,-
1977/1978 sebesar Rp. 257.078.000,-
1978/1979 sebesar Rp. 145.370.000,-
1979/1980 sebesar Rp. 54.000.000,-
1980/1981 sebesar Rp. 33.616.000,-
1981/1982 sebesar Rp. 14.396.250,-
2. Bantuan Luar Negeri berupa Buyer’s Kredit sebesar $ 1.162.186,-

Sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih Kota Payakumbuh diambil dari mata air Batang Tabit, yang telah dikaptir dengan debit 1.000 l/dt sebagian besar diperuntukkan irigasi, diambil sebesar 80 l/dt yang dialirkan melalui pipa dengan diameter 300 mm menuju Ground Reserveoir dengan kapasitas 2.000 m3, dari ground reservoir dipompakan untuk melayani penduduk kota dengan menggunakan Menara Air dengan kapasitas 750 m3 setinggi 36 m untuk pemerataan tekanan.

Pada pelaksanaan pembangunan sistem penyediaan air bersih ini, terbangunlah sarana dan prasarana sebagai berikut :
a. Bangunan Penangkap Air dengan debit 80 l/dt.
b. Bangunan Menara Air dengan volume 750 M3.
c. Ground Reservoir dengan volume 2.000 M3.
d. Genset dengan kapasitas 37 KVA sebanyak 2 Buah.
e. Pompa Distribusi dengan kapasitas 45 l/dt sebanyak 3 Buah.
f. Jaringan perpipaan terdiri dari :
– ACP dia 300 mm sepanjang 6.400 m.
– ACP dia 250 mm sepanjang 1.330 m.
– ACP dia 220 mm sepanjang 3.720 m.
– ACP dia 150 mm sepanjang 2.900 m.
– PVC dia 100 mm sepanjang 2.950 m.
g. Pelayanan dan Pemanfaatan.

Dengan selesainya pembangunan Proyek Air Bersih Payakumbuh, maka mulai bulan September 1980 telah dapat berfungsi dan melayani masyarakat antara lain:
– Sambungan Rumah : 1.738 SR.
– Kran Umum : 21 Buah.
– Hydrant Kebakaran : 17 Buah.
Dan pengelolaannya dilaksanakan oleh suatu Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Kota Payakumbuh, yang dibentuk dan diresmikan melalui SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 021/KPTS/CK/III/1981 tanggal 20 September 1981.
h. Bangunan pelengkap lainnya :
– 1 Buah Kantor luas 315 M2
– 1 Buah Gudang luas 119 M2
– 1 Buah Rumah Dinas luas 70 M2
Pelaksana pekerjaan pembangunan sistem penyediaan air bersih Kota Payakumbuh ini adalah :
– Bangunan Penangkap Air dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya.
– Ground Reservoir, Menara Air, Rumah Genset dan Rumah Pompa dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya.
– Pekerjaan Perpipaan dilaksanakan oleh :
a. PT. Waskita Karya.
b. PT. Hutama Karya.
c. CV. Gurano.

C. Perkembangan PDAM Kota Payakumbuh

Sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan pengelolaannya, BPAM Kota Payakumbuh ditingkatkan menjadi PDAM Kota Payakumbuh, dengan Perda Nomor 03 tahun 1986 tanggal 3 Mei 1986 dan disyahkan oleh Gubernur Sumatera Barat melalui SK nomor 188.342-427-1986 tanggal 31 Desember 1986. Sejak tahun 1986 pengelolaan air bersih diserahkan kepada PDAM Kota Payakumbuh. Penyerahan BPAM ke PDAM dilakukan atas dasar SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 587/KPTS/1986 tanggal 8 Desember 1986 tentang Penyerahan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Air Bersih Kota Payakumbuh kepada Gubernur Sumatera Barat. Selanjutnya dilakukan serah terima oleh Gubernur kepada Walikota Payakumbuh dengan Berita Acara Nomor 03/B.Acara/1986 tanggal  23 Desember 1986.

D. Sistem dan Sarana Air Bersih

PDAM Kota Payakumbuh saat ini mempunyai 3 unit sumber air baku, yang berada pada lereng Gunung Sago wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, yaitu :

a. Sumber Air Batang Tabik
Sumber air Batang Tabik merupakan sumber air dalam bentuk mata air dengan kapasitas air baku 1000 lt/dt, yang berlokasi didaerah kaki Gunung Sago Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota dengan elevasi +/- 545 m diatas   permukaan laut. Pada sumber ini air dikumpulkan pada intake yang dibangun yang tahun 1978. Dari intake air langsung dialirkan dengan pipa transmisi dengan kapasitas terpasang 80 liter/detik. Dari sumber ini dialirkan secara gravitasi melalui pipa transmisi untuk pelayanan dengan kapasitas terpasang 80 lt/dt.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Sumber Batang Tabik

b. Sumber Sungai Dareh
Sumber air Sungai Dareh merupakan sumber air dalam bentuk mata air yang berlokasi didaerah kaki Gunung Sago Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kota dengan elevasi +/- 564 m diatas permukaan laut. Sumber ini dibangun dibangun tahun 1996, dan langsung dialirkan dengan pipa transmisi dengan kapasitas terpasang 80 liter/detik. Sumber ini telah dilakukan pengembangan tahun 2006 dengan kapasitas sebesar 80 liter/dtk dan telah doperasikan tahun 2010.
Dari sumber ini dialirkan secara gravitasi melalui 4 (empat) pipa transmisi sebagai berikut:
– Sungai Dareh I, dengan kapasitas terpasang 80 lt/dt.
– Sungai Dareh II, dengan kapasitas terpasang 80 lt/dt.
– Sungai Dareh Pompa, dengan kapasitas terpasang 10 liter/detik melalui reservoir penampung dan beroperasi 8 jam perhari, untuk melayani daerah pelayanan Perumahan Kubang Gajah.
– Situjuh Padang ambacang dan sekitarnya, dengan kapasitas 10 l/dt melalui reservoir penampungan dan beroperasi 8 jam perhari.

Gambar Sumber Sungai Dareh

 

c. Sumber Sikamaruncing
Sumber air Sikamaruncing merupakan sumber air dalam bentuk mata air yang berlokasi di Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota dengan elevasi + 698 m diatas permukaan laut yang dibangun tahun 1992. Dari kapasitas terpasang sebesar 10 liter/detik, hanya dapat dimanfaatkan sebesar 5 liter/detik untuk melayani 3 kelurahan yaitu Kelurahan Ampangan, Kelurahan Kapalo Koto dan Keluarahan Aur Kuning.Dari Broncaptering dialirkan ke daerah pelayanan melalui pipa transmisi sepanjang 1.200 m dengan pipa PVC ø 90 mm.

Gambar Sumber Sikamarunciang