Hari air sedunia, Tirta Sago Payakumbuh maksimalkan ketersediaan air bersih

Hari air sedunia, Tirta Sago Payakumbuh maksimalkan ketersediaan air bersih

Payakumbuh – Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sago Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menjadikan momentum hari air sedunia untuk terus berupaya mengatasi berbagai persoalan terkait penyediaan air bersih bagi warga di daerah itu.

“Kita terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan kita seperti perbaikan jaringan, menambah Jalur Distribusi Utama (JDU), dan lainnya,” kata Direktur Utama PAM Tirta Sago Khairul Ikhwan di Payakumbuh, Rabu.

Ia mengatakan upaya lainnya untuk memaksimalkan pelayanan ketersediaan air bersih adalah dengan bekerja sama dengan Perusahaan Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang yang sudah mampu mengatasi persoalan terkait penyediaan air minum.

“Kita akan membangun kerjasama dalam program Rencana Pengelolaan Air Minum (RPAM) bersama PAM Tugu Tirta. Artinya bagaimana nanti kita bisa menjaga sumber air dari hulu hingga ke rumah pelanggan dengan baik. Selain itu, tentunya mengoptimalkan WTP yang sudah dibangun,” ujarnya didampingi Direktur Umum Asrar Datuak Lelo Anso.

Bahkan Dirut Perusahaan Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang, Jawa Timur, M. Nor Muhlas juga hadir pada pelaksanaan apel peringatan Hari Air Sedunia yang digelar oleh PAM Tirta Sago pada Selasa (22/3).

Pada kegiatan di hari air sedunia tersebut PAM Tirta Sago juga menanam pohon di sekitar sumber air, hal ini merupakan wujud kepedulian dan tanggungjawab sebagai operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Khairul mengatakan bahwa Dirut PAM Tugu Tirta merupakan Dirut PAM berprestasi nasional dengan tingkat kebocoran jaringan hanya sekitar 14 persen itu sehingga patut menjadi acuan dan tempat belajar menata sebuah perusahaan air minum, termasuk bagi Kota Payakumbuh.

Sementara itu Dirut PAM Tugu Tirta M. Nor Muhlas mengatakan bahwa pihaknya bisa menekan tingkat kebocoran jaringan dngan menggunakan teknologi atau melalui sistem pengelolaan jaringan secara digital.

Ia mengatakan soal anggaran yang dibutuhkan untuk penyediaan teknologi informasi hingga kebutuhan pengelolaan sekitar Rp60 hingga Rp150 miliar.

“Tentunya Payakumbuh akan berada pada tahapan tersebut, berproses dan mudah-mudahan akan terus berkembang,” ujarnya.

Sementara Asisten III Pemko Payakumbuh, Amriul Datuak Karayiang mendorong agar PAM Tirta Sago mampu mengevaluasi setiap persoalan yang muncul dan melakukan pembenahan dengan baik agar setiap seluruh pelanggan bisa terlayani.

“Dua WTP harus bisa dimaksimalkan selain pasokan air yang bersumber di Kabupaten Limapuluh Kota. Memang biayanya cukup besar, namun ini salah satu upaya untuk melayani masyarakat agar pasokan air minum bisa lancar dan dinikmati warga Kota Payakumbuh,” katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini masih ada pelanggan yang mengeluhkan air kecil, terutama saat beban puncak yakni sore hari. Bahkan pada titik tertentu di pinggir Kota Payakumbuh, air pada jam puncak hanya menetes saja. (*)

Sumber : Antara Sumbar

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.