Dirut Dr. H. Khairul Ikhwan, MM : Berbenah di Usia 40 Tahun PAMTIGO Payakumbuh

Dirut Dr. H. Khairul Ikhwan, MM : Berbenah di Usia 40 Tahun PAMTIGO Payakumbuh

Direktur Utama Perusahaan Air Minum Tirta Sago (PAMTIGO) Kota Payakumbuh Khairul Ikhwan mengaku terkesan dengan respon dari warga Kota Payakumbuh, terkhususnya pelanggan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu saat iven perayaan ulang tahun Pamtigo yang ke 40 tahun pada tanggal 20 September 2021.

“Bisa dikatakan usia Pamtigo sudah bisa dianggap matang, kalau kita analogikan seperti usia Nabi Muhammad saat diamanahkan kerasulannya, beliau di usia 40an,” kata Khairul Ikhwan kepada media, Selasa (21/9) malam.

Saat seremonialnya digelar di kantor Pamtigo dan disiarkan secara live via Instagram @tirtasago, Pamtigo memberikan reward undian berhadiah sepeda motor, kulkas, TV LCD, Mesin Cuci, Kompor, dan hadiah menarik lainnya sebagai apresiasi kepada pelanggan Pamtigo yang rajin membayar kewajibannya di awal waktu dan tidak menunggak, paling tidak selama 6 bulan berturut-turut sebelum tanggal 5 setiap bulannya.

“Pada tahun ini, ada sebanyak 368 pelanggan yang sudah tertib administrasi, sementara itu pada tahun dulu hanya 120an orang saja. Kita merasa senang, khususnya dengan tanggapan dan masukan dari masyarakat. Kita berharap kedepannya memang ada perubahan dari angka tunggakan, sembari kita melakukan perbaikan dan pembenahan jaringan, debit air, dan tekanan, juga peningkatan pelayanan kepada pelanggan,” ungkapnya.

Menurut Khairul, ada keluhan dari pelanggan sesuatu yang wajar, namanya juga pelayanan publik. Diakuinya memang kebutuhan agar distribusi air lancar ke rumah-rumah pelanggan adalah 400 liter perdetik, sedangkan kondisinya saat ini masih dibawah 100 liter perdetik, jadi inilah problem yang akan terus diupayakan untuk diselesaikan secepatnya oleh Khairul dan jajarannya, sesuai instruksi dari Wali Kota Riza Falepi.

Selain permasalahan debit air, Pamtigo juga tengah berjibaku dengan masalah tekanan air dan kebocoran pipa. Dimana kebocoran ini mencapai 32 persen, mencakup mulai dari produksi, transmisi, hingga retribusi. Kebocoran ini pula lah yang menyebabkan rendahnya tekanan air ke rumah-rumah pelanggan Pamtigo yang sering mengeluhkan airnya mati atau kecil.

“Ada beberapa titik kebocoran, ini juga yang terus kita perbaiki dan kita cari dimana keberadaannya, bahkan di tengah malam tim dari Pamtigo juga terus mencari kebocoran dan ada juga banyak laporan dari masyarakat kepada pencatat meteran. Kita berusaha meminimalisir, kalau menghentikan mungkin tidak bisa. Sementara standar dari kebocoran yang dimaklumi adalah 20 persen, kita tekan angka yang ini,” ungkapnya didampingi Direktur Umum Asrar Dt. Leloanso.

Source: maklumatnews.net

Share this post